“Anganku terbang ke masa lalu..”

Rabu, 23:50

Belum bisa tidur, lantaran di kalender besok tanggal merah. Itu berarti besok aku libur, waktunya istirahat dari rutinitas kerja. Aku coba hidupin komputer, udah beberapa hari ini aku gak posting di blog. Bingung mau nulis apa??.

Tiba2 aja aku pengen dengerin lagu2 slowrock koleksiku. Anak seumurku jaman sekarang apa masih pantas hobi dengerin lagu jadul? bukannya sekarang gak jaman lagu2 gituan?.

Alasannya begini bro, mulanya waktu dulu gw kecil abang gw hobi banget koleksi lagu2 slowrock. Jaman dulu mah masih pake kaset pita. Tapi suaranya gak kalah bagus bro. Nah, dari situ awal mula gw jadi kepincut sama yang namanya musik slowrock. Buat gw ada feel yang beda yang gw dapetin dari situ, gw bener2 enjoy banget dengerinnya. So, sampe sekarang mau ada aliran musik baru kaya apa juga gw tetep cinta ROCK!.

Sesuai tema tulisan gw “anganku terbang ke masa lalu”. Sekejap aja waktu gw dengerin lagu slowrock gw keinget band gw dulu waktu di kampung. Tau gak, sampai sekarang sebenernya gw masih punya mimpi jadi anak band kaya di tipi2. Tapi mungkin nasib gw gak disitu kali ya? atau memang waktunya belum tiba?hehe.

Awal mula gw bisa main musik waktu gw SD, sampai waktunya gw SMP gw iseng2 main band di sekolah. Waktu terus bergulir dengan keseharian gw yang gak bosen2nya main gitar ampe lupa belajar. Itu berlanjut sampai gw masuk tingkat SLTA. Yups, di saat itu gw diberi kesempatan bikin band yang gak cuma pengen iseng2, tapi pengen jadi band yang besar.

Gw bukan lahir dari keluarga yang kaya materi, tapi syukurlah keluarga gw kaya hati 🙂 . Kita berlima: gw (adit), phepho, gatu, widi, budi sepakat bentuk band yang punya nama “MIS” alias Magic In Strings.

Singkat aja malam ini yang bikin gw terharu campur senyum bahagia inget masa lalu gw ma anak2 MIS. Begitu indah kenangan itu, ketawa senang, diem sedih, manyun pusing, muram kecewa, semua bercampur demi besarnya band ini. Benar2 tak terlupakan semua itu.

Belum genap satu semester MIS ada, waktu itu di kota ada EO yang bikin festival karya cipta lagu. Even untuk band yang punya lagu sendiri buat diadu sama band2 terbaik di kota. Emang mungkin udah berkobar semangat buat bikin MIS tenar tanpa pikir panjang kita sepakat ikut. Kita daftar dengan uang saku sekolah. “gak jajan gak pa2 yang penting ngeband..!”,kataku.

Hari berikutnya giliran gw pusing mikir apa kira2 lagu yang bakal gw buat. Tapi emang dasar terlanjur semangat kali ya?, malem abis makan gw pegang gitar. jrang jreng.. jrangjreng…!! Gak butuh waktu lama gw dapet nada bagus dan lirik lagu yang keci. Tapi perlu diketahui kalo lagu itu mewakili kisah cinta gw dulu, jadi wajar lah kalo cepet kelar bikin lagunya.hehe…

Kenangan sama cewek cantik yang akhirnya gak bisa gw miliki.huaaaa….. Seharusnya gw sedih akan hal itu kan?. Tapi gak, gw malah bahagia bisa punya pengalaman cerita kaya gitu. Gw ambil hikmahnya aja. Ya ini positifnya, gw bisa bikin lagu keci untuk pertama kalinya, express lagi kelarnya. 😀

Waktu festival tlah tiba. Masih grogi, abisnya lawannya senior semua, jago2 banget aksinya. Mampus dah gw?!. Halah, tapi gw cuek aja, gw buang jauh2  grogi itu. “Terlanjur teles ya sudah jebes sekalian!”.

Wow!. MIS on stage………………………..!!

“AKU SEPERTI TEMUKAN PELANGI, BISA KULIHAT TAPI TAK BISA KURAIH.. AKU SEPERTI TEMUKAN BINTANG, BISA KUPANDANG TAPI TAK BISA KUGAPAI….”.

Pengumuman2: Masuk 10BESAR meennnn….! Ciiihuuuuuuyyyyy…..! 😀 😀 😀

Sujud syukur kita waktu itu,,,,

Dan sampai saatnya 10besar diadu di final MIS bisa dapet 2 trophy, jadi juara ke-3 dan phepho sang lead guitarist jadi Best player. Band yang baru seumur jagung bisa jadi bintang melawan band senior dan band2 terbaik waktu itu. Dahsyaaaat….

“TRIIIIINNNNNGGGGGGG……………….!”

Kayaknya udah cukup buat mengenang memori itu. Sekarang semua udah gak bisa kaya dulu lagi, semua sudah berjalan masing2 dengan perjalanan hidup yang berbeda2 di tempat yang berbeda2 pula. Walaupun mimpi jadi band besar gak tercapai paling tidak apa yang jadi jalan untuk gw tapaki bersama MIS sudah tercapai. Bikin lagu bareng, kumpul sampe pagi, nyanyi2 di pantai, ngakak dimana2 bahkan kayak orang gila, itulah pencapaian kita. Semua itu gak tergantikan.

“Hitam-putih dunia, semua yang terjadi, baik-buruk peristiwa yang kita lalui akan meninggalkan bekas (kenangan). Dan baik-buruknya kenangan  jika kita telaah adalah sesuatu yang indah dan takkan terlupakan. Beruntunglah kita yang masih bisa mengingat masa lalu, gunakan itu sebagai cermin untuk jadikan diri lebih baik di masa datang”.

“Buat harimu indah tanpa melupakan masa lalu yang tlah kau lewati, itu aset berharga buatmu melangkah menjalani sisa hidup di dunia”.

Hidup ini indah, jadi tetaplah SEMANGAT…!! 🙂

Iklan

Kisah Seorang Pendo’a

Ketika kumohon pada Allah kekuatan,

Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat.

Ketika kumohon pada Allah kebijaksanaan,

Allah memberiku masalah untuk kupecahkan.

Ketika kumohon pada Allah kesejahteraan,

Allah memberiku akal untuk berfikir.

Ketika kumohon keberanian,

Allah memberiku kondisi bahaya untuk kuatasi.

Ketika kumohon pada Allah sebuah cinta,

Allah memberiku orang-orang bermasalah untuk ku tolong.

Ketika kumohon pada Allah bantuan,

Allah memberiku kesempatan.

Aku tak pernah menerima apa yang kupinta,

tapi aku menerima segala yang kubutuhkan.

Do’a ku terjawab sudah.

“DELAPAN KADO YANG TERINDAH”

“Aneka kado ini tidak dijual di toko. Anda bisa menghadiahkannya setiap saat dan tak perlu membeli! Meski begitu, delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi…”

1. KEHADIRAN
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir di hadapannya lewat surat,telepon, foto atau faks. Namun dengan berada disampingnya. Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting.Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagian.

2. MENDENGAR

Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab kebanyakan orang Lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Sudah lama diketahui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Berikan kado ini untuknya. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa
mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks
dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya.
Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia
menuntaskannya. Ini memudahkan Anda memberi tanggapan yang tepat
setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan
terima kasihpun akan terdengar manis baginya.

3. D I A M
Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai
untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari
segalanya. Diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang
karena memberinya “ruang”. Terlebih jika sehari-hari kita sudah
terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik atau bahkan mengomeli.

4. KEBEBASAN
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk
memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita
mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi
kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta.                     Makna kebebasan bukanlah, “Kau bebas berbuat semaumu”.
Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan     penuh untuk bertanggung-jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.

5. KEINDAHAN
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil
lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan juga merupakan
kado. Bahkan tak salah jika Anda mengkadokannya tiap hari.

6. TANGGAPAN POSITIF
Tanpa, sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap
pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah
tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada
kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan
jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir
Anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi
Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu,
ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf), adalah
kado cinta yang sering terlupakan.

7. KESEDIAAN MENGALAH
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai
menjadi cekcok yang hebat. Semestinya Anda pertimbangkan, apa iya
sebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara
persoalan itu? Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado “kesediaan mengalah”. Anda mungkin kesal atau
marah karena dia telat datang memenuhi janji. Tapi kalau kejadiannya
baru sekali itu, kenapa mesti jadi pemicu pertengkaran yang
berlarut-larut? Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit
hati dan mengajak kita untuk menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.

8. SENYUMAN
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman,
terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan
yang beku, pemberi semangat dalam keputus-asaan. pencerah suasana
muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali Anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang Anda kasihi?.

“Putihnya dunia. Bila kita bisa lebih dekat untuk memahami arti hidup, tak usahlah kita merasa bahwa diri ini kecil dan tak mampu memberi sesuatu yang besar untuk orang di sekitar kita. Memberi itu tak harus bernilai materi. Sesuatu yang kecil seperti senyuman yang kau lukis di bibir saja bisa membuat orang jadi bahagia, menjadi penawar racun hati berduka”.

“Jadi mulai detik ini berikanlah senyum pada semua, agar dunia ini jadi cerah..”

(aditric.red)

“SEPEDA TUAku,, SEPEDA BMXmu,,”

Namanya pak Dharmo, sudah hampir 10th mengayuh sepeda tua sebagai senjata untuk menafkahi istri dan tiga anaknya. Sekali kayuh tarif yang dia kenakan tidak besar, cuma 3rb saja/penumpang. “Kalo pas nasib baik, rame penumpang sehari ya bisa dapat 20ribu sampai 30ribu, itu juga mangkalnya sampai jam 8malam, kalo lagi sepi 10ribu aja udah bagus mas”, tutur pak Dharmo sambil mengelus setang sepeda tuanya. “10ribu..??, tanggungan bapak kan ada istri dan tiga anak?, cukupkah?”,tanyaku dalam hati, berat bibir untuk balik bertanya. Terlalu miris untuk dirasakan..

Sementara di sisi dunia lain,

Rendy bocah umur 16th anak seorang pebisnis kaya raya bisa memiliki sepeda BMX mahal seharga 3juta rupiah, cuma tinggal minta doank sama ortunya. “sepeda itu buat akrobat pah”, kata Rendy. Kalo rusak ya minta dibeliin lagi. Sangat mudah bukan?

“Hitam putih dunia, 30ribu rupiah didapat pak Dharmo dengan bercucur keringat mengayuh sepeda tua mengantarkan penumpang sampai tujuan, bahkan harus mangkal sampai jam 8malam baru bisa bertemu anak dan istri. Berbanding terbalik dengan Rendy si pemilik sepeda BMX mahal seharga 3juta rupiah, didapat hanya dengan cara minta sama ortu, buat akrobat pula. Kalo rusak ya minta dibeliin lagi. Wow…

“Apa pelajaran hidup yang bisa anda petik dari kisah tersebut?”

(aditric.red)

“RUMAH TERKAYA, RUMAH TERMISKIN”

Ini adalah rating  no.1 rumah terkaya di  dunia, punya bos Microsoft,  Bill Gates. Rumah dengan luas 66.000 kaki persegi dibangun menjadi sebuah bukit di tepi Danau Washington, dekat Seattle. Didalamnya ada kolam renang seluas 60m2 dengan sistem musik bawah air, 2500 kaki persegi lapangan olahraga dan 1000m2 ruang makan malam. Bisa kita bayangkan, bahagia banget kali ya bisa tinggal di rumah kaya gitu walaupun cuman satu malam?.

Tapi coba kita lihat lagi gambar di bawah ini,

Coba lihat kawan, sebuah gubuk reyot di tengah hutan. Ini kisah nyata, siapakah penghuni rumah ini?.

Namanya Emir, seorang anak yang kakaknya sudah berhenti bekerja, ibunya sakit-sakitan dan ayahnya sudah lama meninggal dunia karena sakit batu ginjal yang parah, namun anak itu masih punya nenek yang masih sangat kuat membantu kebutuhan rumah tangga mereka. Selain karena cinta yang dalam, juga karena nenek punya keahlian membuat kue brownies kukus yang lezat diseluruh desa sehingga nenek masih mampu membantu mencari makan untuk membantu keluarga kecil itu.

Lihatlah surat yang disampaikan oleh anak laki-laki berusia 8 tahun ini, yang menuturkan kisah hidupnya pada sebuah acara baksos di desa Megamendung, yang diselenggarakan untuk rakyat miskin.

Tadinya kakak dengan pekerjaannya sebagai kasir di restoran Sunda, masih mampu membantu membiayai rekening listrik dan membeli beras, namun setelah restoran Sunda tempat kakak bekerja kena gusur Pemda yang katanya untuk membuat kantor kelurahan di kampong itu, kakak betul-betul menganggur dan setiap harinya kerjanya hanya membantu nenek mengocok telur untuk membuat brownies kukus.

Perlu diketahui, brownies kukus bukanlah makanan utama penduduk desa atau penduduk kota kecil seperti Megamendung. Butuh tiga jam perjalanan dari desa Emir ke tempat ia menawarkan brownies kukus nenek, sehingga ia merasakan kehidupan keluarganya yang susah sekali. Apalagi setelah tiga bulan ini listrik diputus, mereka tidak lagi memiliki baju yang licin disetrika, dan semua pekerjaan rumah, seperti mencuci, membuat kue, maupun pekerjaan sekolah, harus mereka lakukan di siang hari.

Penderitaan dan kemiskinan terus melanda keluarga Emir, sampai kakak akhirnya nekat mendaftarkan diri ke agent TKI untuk menjadi pembantu di Arab Saudi, Hongkong atau Malaysia. Kakak pun sudah mulai belajar bahas Arab, ”Ma hadza? Ana …” dan sedikit sedikit bahasa Malaysia, “ Iye ke? Sikit saja, tahu? Awak nak ke?”, dan sesekali kami tertawa gembira mendengar logat kakak bicara bahasa Melayu yang sungguh lucu, dalam keadaan perut keroncongan di tengah malam yang gelap tanpa penerangan sedikit pun, kecuali secercah cahaya rembulan dari balik jendela yang kami buka lebar, untuk sedikit melepas kesumpekan di dalam rumah.

Sedikit harapan kakak akhirnya sirna, ketika muncul isu “Ganyang Malaysia” membuat imigrasi Malaysia dan Indonesia menutup saluran tenaga kerja dari Indonesia ke Malaysia dan kakak harus menunggu lagi dalam waktu yang tidak bisa ditentukan. Hal ini membuat kami menjadi semakin sedih, karena bayangan kelaparan dan kemiskinan selalu terbayang di depan mata, ditambah lagi brownies kukus nenek manjadi semakin sukar terjual, karena sudah banyak pesaing, juga harga telur dan terigu yang meroket tinggi. Maka, terkadang berhari-hari kami makan brownies kukus nenek yang tidak laku. Pada saat tidak punya apa-apa itulah, kami sekeluarga berpelukan dan merasakan bahwa kami adalah orang termiskin di indonesia, sampai akhirnya …

“ Kak … kakak … aku disuruh guruku membawa barang apa saja untuk diberikan pada orang miskin, pada acara baksos besok,” kata Emir dengan wajah berbinar-binar. Ia mendatangi kakaknya yang sedang membersih kutu beras raskin yang dibelinya tadi pagi setelah menjual sepatu olahraga Emir.

“Dik, dik, kamu ini lucu, apa kamu enggak merasa bahwa kita ini juga orang miskin? Apa yang mau kita sumbangkan untuk acara baksos orang miskin, malah seharusnya kita yang diberi baksos,” jawab si kakak dengen tenang tapi dengan sedikit linangan airmata ditepi pipinya.

Tiba-tiba, nenek dengan gayanya yang lembut berkata, “Dik, kamu ambillah ini yang kita punya, satu buah payung, dua buah gelas plastik, satu brownies nenek dan lima sachet kopi. Janganlah kita merasa terlalu miskin, sehingga kita tidak mau bersedekah kepada orang miskin di sekitar kita. Sampai saat ini, kita pun tak tahu siapa yang lebih miksin dari kita. Namun selama kita masih punya sesuatu yang dapat kita berikan, jangan ragu untuk bersedekah.”

“Hitam putih dunia, itulah kehidupan selalu ada sesuatu yang menyeimbangkannya. Dikeseharian hidup, sesekali kita dihadapkan pada kondisi dimana kita ingin sekali meraih sesuatu, sesuatu yang besar. Punya rumah mewah, mobil mewah, uang berlimpah. Keinginan yang besar itu wajar. Itu memacu semangat kita untuk lebih baik dari sekarang, akan tetapi kita seyogyanya tak selalu memandang ke atas. Tengoklah juga ke bawah, di sekitar kita masih banyak yang lebih susah dari kita. Rumput di pekarangan orang selalu tampak lebih bagus. Jadi janganlah kita berfokus pada apa yang ingin kita raih, tapi fokuslah pada apa yang sudah kita miliki. Itulah esensi “bersyukur”. (aditric.red)