Taufik Hidayat: “Maafkan Saya Indonesia”

Kuala Lumpur: Tunggal pertama Indonesia Taufik Hidayat harus megakui keunggulan andalan Cina, Lin Dan dalam babak final piala Thomas 2010 yang digelar di Stadion Putra Bukit Jalil, Kuala Lumpur. Taufik menyerah dua set langsung 21-7, 21-14 dalam waktu 43 menit.

“Saya mohon maaf atas kekalahan ini, sekaligus mengucapkan terimakasih kepada semua suporter dan bangsa Indonesia yang telah mendukung saya”. Kata Taufik setelah pertandingan. “Saya berharap, partai-partai setelah saya dapat dimenangkan Indonesia” Tambahnya, Minggu (16/5).

Taufik mengaku telah menyiapkan diri dan bermain sebaik mungkin, namun ternyata masih harus mengakui kehebatan tunggal pertama Cina tersebut. “Saya telah bermain sebaik mungkin, semampu saya, namun ternyata dia lebih baik”. Ungkapnya. “Andaikan saya masih seumuran dia, mungkin saya masih bisa mengimbangi”.

Taufik menilai, ini adalah tahunnya Lin Dan. Menurutnya siapapun akan sulit untuk mengalahkan pebulutangkis nomor dua dunia tersebut. “Pemain itu ada masanya, saat ini memang masa Lin Dan, mungkin beberapa tahun lagi dia juga akan turun”, katanya seraya mencontohkan masa kejayaan dia dan pemain Malaysia, Lee Chong Wei yang saat ini juga kian memudar.

Aku bertanya,”Itu alasan kang taufik saja atau memang dia gak niat juara??

Indonesia, kita semua rindu kejayaanmu seperti dulu! Mana aksimu???

Buat pembaca, silahkan beri komentar, bebas, sepuasnya, ini Indonesia, semua orang diberi kebebasan untuk berpendapat,key.. 🙂

Iklan

Lorenzo Rajai Sirkuit Jerez

Minggu, 02 Mei 2010 | 21:31 WIB

Jerez – Seri kedua balapan MotoGP yang berlangsung di Sirkuit Jerez, Spanyol, menjadi milik Jorge Lorenzo. Pembalap tuan rumah yang membela Tim Fiat Yamaha ini menjadi yang pertama melindas garis finish melalui balapan menegangkan melawan pembalab Honda, Dani Pedrosa, di lap terkahir.“Aku tidak bisa menggambarkan ini,” kata Lorenzo. “Ini adalah salah satu mimpiku untuk menang di Jerez dan melakukan hal ini melawan pembalap seperti Dani (Pedora) membuat hal ini terasa sangat sulit, ini sukar dipercaya (bahwa aku bisa menang).”
Pembalap kelahiran Parma de Mallorca, Spanyol, 23 tahun lalu itu, mengawali lomba dari posisi kedua di garis start. Lorenzo langsung tersodok Rossi dan Nicky Haiden yang melakukan start dengan baik dari posisi empat dan lima. Sementara Pedrosa tetap konsisten mempertahankan posisi terdepan.

Pelahan tapi pasti, Lorenzo berhasil memperbaiki penampilannya yang sempat tercecer di urutan lima pada awal lomba. Setelah menyalip Haiden, ia berhasil mengejar Rossi di enam lap sebelum lomba berakhir. Kecepatan motornya semakin meyakinkan di lap-lap terakhir sehingga akhirnya bisa mengejar Pedrosa yang sebelumnya memimpin di sebagian besar lap dengan jarak keunggulan hingga sekitar 1,7 detik.

Duel seru antara Lorenzo dengan Pedrosa terjadi mulai dua lap terakhir. Dua pembalap tuan rumah ini sangat bernafsu untuk menjadi raja di sirkuit Jerez. Pedrosa sempat berusaha mati-matian mempertahankan posisinya. Namun performa motor Lorenzo ditambah keberaniannya membalap akhirnya tak mampu dihadang Pedrosa. Di lap terakhir, Lorenzo berhasil menjadi yang terdepan.

Dengan hasil ini, Lorenzo kini memimpin perolehan sementara MotoGP dengan 45 poin menggeser Rossi yang sebelumnya memimpin karena menang di seri pertama yang berlangsung di Qatar.