Twitter Membakar 1,03 Kalori

Jakarta – Anda doyan jejaring sosial Twitter? Ingin tahu berapa kalori yang terbakar kala anda berkicau di jejaring itu? Anda bisa mencoba aplikasi pengukur kalori http://www.tweetcalories.com/.

Aplikasi ini mengukur jumlah kalori yang terbakar dalam 24 jam terakhir karena bercericau di Twitter. Mudah menggunakannya. Anda cukup mengunjungi aplikasi itu, lalu ketikkan akun Twitter anda dan klik. Segera muncul jumlah kalori yang hangus dalam 24 jam terakhir.

Aplikasi ini bekerja dengan asumsi beberapa faktor. Misalnya, rata-rata panjang kata dalam kicauannya sekitar enam karakter. Ini mengasumsikan kecepatan mengetik pengguna rata-rata adalah 60 kata per menit.

Pengguna dengan berat badan rata-rata biasanya membakar sekitar 2,65 kalori per menit dan diperlukan 23 detik untuk menulis dan mengirim kicauannya sebanyak 140 karakter.

Berdasarkan angka-angka ini, pencipta aplikasi ini menentukan mengirimkan cericau membakar kalori sekitar 1,03. Tentu yang lebih aktif berkicau di Twitter lebih banyak pula kalori yang terbakar.

Sayang, aplikasi ini tidak membedakan jumlah kalori yang terbakar bagi yang berkicau dengan gadget mobile dibanding berkicau dengan komputer desktop.

Walau bisa membakar kalori, namun berkicau di Twitter tak dianjurkan sebagai pilihan gaya hidup untuk aktivitas sehat. Saat tidur, manusia juga membakar kalori. Namun tidur terus bukanlah aktivitas yang sehat.

Iklan

Di Twitter Sri Mulyani Kalahkan Lakers dan Justin Beiber

Jakarta – Kabar mundurnya Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk menjadi managing director Bank Dunia ternyata ramai dibicarakan di situs microblogging Twitter. Pada Rabu sampai pukul 11 pagi, nama Sri Mulyani menjadi trending topic (topik yang paling banyak dibicarakan) sedunia dan dia ada di peringkat ke  6. Topik Sri Mulyani itu bahkan mengalahkan, idola remaja sedunia Justin Beiber dan klub basket kondang dari Amerika Serikat, Lakers.

Ini “prestasi” mengejutkan, menjadi pembicaraan terpanas pengguna Twitter di dunia. Biasanya yang ada di peringkat tersebut adalah yang berkaitan dengan remaja atau ABG.

Ada yang memuji penunjukan tersebut, tapi ada juga yang sedih. Penulis buku kondang Raditya Dika dengan akun @radityadika, misalnya, memuji penunjukan itu. “Selamat, ibu Sri Mulyani. Hebat sekali. :),” katanya. Padahal, Raditya, penulis yang ngetop dengan buku “Kambing Jantan” ini biasa menulis di Twitter dengan  obrolan yang penuh banyolan

Yang berduka dengan mundurnya Sri Mulyani ini juga banyak. Mereka menyesalkan Sri Mulyani yang memilih berkantor di Bank Dunia membawahi 3 wilayah di dunia.

“Sri Mulyani akan berhenti Juni. Ke World Bank. Bendera hitam untuk reformasi birokrasi,” kata Goenawan Mohammad, pemilik akun gm_gm.

Hendratmoko, pengguna akun lainnya juga menulis, “Pilihan tepat daripada capek dg bos yg gak tegas. RT @budionodarsono: Sedih ya, akhirnya Sri Mulyani mengundurkan diri sebagai Menteri Keuangan!.”

Apa pun perasaan para pengguna Twitter, mungkin itu tak akan mengubah keputusan Sri Mulyani. Walaupun, kadangkala Twitter juga punya pengaru besar untuk menggulirkan sebuah isu. Contohnya, Menteri Sosial Salim Assegaf Rabu ini mendatangi kantor Polisi Sektor Mampang, Jakarta Selatan, minta ditilang karena mobilnya bernomor polisi RI 32, Selasa 4 Mei masuk ke jalus busway. Pelanggaran itu kemudian berbuntut kecaman panjang di Twitter.